Senin30 April 2018 | 08:00 WIB. Cara Memeriksa dan Mengganti Water Pump Mobil. Pompa air atau water pump merupakan salah satu komponen penting pada sistem pendingin mobil. Komponen tersebut berfungsi sebagai media sirkulasi air pendingin dari mesin ke bagian radiator untuk mencegah terjadinya overheat (tingginya temperatur mesin akibat bagaimanacara mementukan Daya listrik yang pas untuk di pasang di rumah serta cara menghitung total tagihan listrik yang harus di bayar per bulannya AC: 820 Watt: 2 Unit: 1.640 Watt: TV LED: 55 Watt: 2 Unit: 110 Watt: KULKAS: 128 Watt: 1 Unit: 128 Watt: • Pasang Stabilizer . Stabilizersangat berguna dalam hal memperpanjang usia pakai alat-alat elektronik, seperti AC, kulkas, TV, printer, dll.Voltase atau tegangan arus listrik yang naik turun akan memperpendek umur alat elektronika karena alat itu dipaksa bekerja dengan pasokan listrik yang tidak optimal Karena itu sangat disarankan untuk menggunakan stabilizer ini Bilatidak percaya, lakukan hal berikut. Pasang lalu aktifkan stabilizerdi rumah anda. Matikan semua alat listrik yang lain. Lalu lihatlah pergerakan piringan putar di meteran PLN anda. Anda akan menemukan bahwa piringan putar itu nyaris tak berputar. Ini menandakan bahwa stabilizer sedikit sekali mengkonsumsi listrik. Caramemastikan tegangan listrik cukup menggunakan test voltage, jika kurang dari 200 V. Maka anda sudah harus menggunakan Stabilizer Listrik untuk menstabilkan tegangan agar kembali normal. Hati-hati dalam memilih Stabilizer Listrik, pilihlah Stabilizer Listrik yang bermutu dan berkualitas. Stabilizer yang baik mempunyai rentang Input Voltage Kainlap. Lem khusus. Dengan seluruh peralatan di atas, sekarang Anda sudah bisa memulai proses perbaikan aki kering yang ngedrop. 1. Melepas Aki Kering dari Mobil. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah melepas aki kering dari mobil. Pertama, lepaskan kutub positif di bagian aki, kemudian baru kutub negatif. Halosahabat otomotif Bima kali ini Agen Minicon Bima ingin membagikan cara pemasangan MINICON pada mobil Anda, MINICON dapat di gunakan di hampir semua merk mobil, dan dapat di pasang di semua jenis mobil, karena untuk memasang MINICON caranya sangat mudah Sahabat otomotif Bima tentu sudah tahu MINICON adalah alat stabilizer tegangan untuk kelistrikan mobil yang fungsi utamanya sebagai alat Caramemasang iklan di Facebook : 1. Log in ke account facebook anda. 2. Klik menu Application di kiri bawah facebook anda, klik find more dibagian kanan atasnya. 3. Ketik marketplace pada kotak dihalaman kanan atas, lalu tekan ENTER. 4. Klik aplikasi marketplace pada tampilan hasil searching application. tentangcara pemasangan sensor cahaya (photocell) untuk mendukung implementasi nantinya dan juga untuk memperlancar proses penulisan laporan maupun jurnal. c. Pelaksanaan Kegiatan Pada tahap pelaksanaan atau tahap eksekusi ini, siapkan alat dan bahan yang akan digunakan untuk proses pemasangan FungsiStabilizer Listrik. Stabilizer listrik adalah suatu alat penstabil tegangan listrik, dengan begitu listrik akan bekerja lebih normal dan optimal. Fungsi stabilizer listrik ini memberikan banyak keuntungan dan bisa digunakan di rumah tangga maupun perindustrian. Untuk selengkapnya, simak penjelasan di bawah ini. sPS3. Bagi orang yang awam tentang elektronika, mungkin masih banyak yang belum mengerti tentang peran stabilizer untuk kulkas. Padahal, jika ditelaah lebih jauh, peranan stabilizer tersebut terbilang penting. Apalagi jika Anda masih menggunakan jenis kulkas yang belum mempunyai teknologi inverter, stabilizer ini sangat dibutuhkan. Selain itu, stabilizer ini juga penting bagi orang yang tinggal di daerah padat. Hal itu karena umumnya, pemakaian listrik di daerah tersebut tinggi sehingga membuat tegangan listrik naik turun. Kondisi seperti itu tentu kurang baik terutama untuk peralatan elektronik di rumah seperti kulkas. Apa Itu Stabilizer Kulkas? Secara umum, stabilizer merupakan alat yang dapat digunakan untuk menjaga kestabilan tegangan listrik yang terdapat di dalam rumah. Telah dijelaskan sebelumnya, kondisi listrik PLN kerap kali mengalami naik turun. Nah, dengan adanya stabilizer ini, dinamika tegangan listrik yang terjadi tersebut bisa dijaga untuk tetap stabil. Hal tersebut nantinya akan membuat tegangan listrik yang masuk ke perangkat elektronik seperti kulkas di rumah bisa stabil dan konstan. Selain dimanfaatkan untuk menjaga kestabilan tegangan pada kulkas, alat stabilizer ini juga bisa digunakan pada berbagai peralatan elektronik lainnya. Anda bisa menggunakan stabilizer tersebut untuk perangkat audio, televisi, dan berbagai peralatan lainnya. Fungsi Stabiliser Listrik Kulkas Apabila membahas fungsi dari stabilizer kulkas, maka sebenarnya tidak berbeda dengan jenis stabilizer lainnya. Artinya, fungsi pemakaian stabilizer adalah untuk menjaga tegangan listrik pada perangkat kulkas agar tetap stabil meski terdapat naik turun listrik PLN. Perlu diketahui, tegangan listrik yang terdapat di dalam rumah umumnya adalah 220 V. Akan tetapi, kondisi besar tegangan tersebut kondisinya tidak dapat selalu stabil di angka tersebut. Pada kondisi tersebut, tegangan tersebut dapat turun di bawah angka 220 V saat jumlah pemakaian daya listrik mengalami peningkatan. Hal ini sering dialami oleh warga yang tinggal di daerah berpenduduk padan ataupun area industri. Perubahan tegangan listrik seperti itu jika dibiarkan terus menerus dapat membuat kinerja kompresor pada kulkas menjadi terganggu. Alhasil, kompresor yang mempunyai fungsi untuk memutar pompa freon di kulkas tidak dapat menjalankan fungsinya dengan maksimal. Dalam penggunaannya, stabilizer listrik rumah mempunyai berbagai ukuran daya listrik atau watt yang bisa dijadikan pilihan. Umumnya, besaran watt tersebut ada di angka 500 watt sampai dengan 5000 watt. Stabilizer yang mempunyai kapasitas daya cukup besar umumnya dipakai untuk perangkat listrik yang mempunyai daya tinggi. Contoh dari perangkat yang memakai stabilizer dengan kapasitas daya yang besar adalah peralatan audio sistem lapangan. Lalu, berapakah besar watt stabilizer untuk kulkas? Untuk stabilizer yang digunakan pada kulkas umumnya menggunakan yang ukuran 1000 watt. Besar daya listrik tersebut dapat digunakan untuk menstabilkan tegangan pada kulkas 1 ataupun 2 pintu. Bagaimana Cara Pasang Stabilizer? Untuk penggunaan stabilizer, Anda dapat menghubungkannya ke beban yang berada di bawah kapasitas maksimalnya. Artinya, jika stabilizer yang digunakan 1000 W, maka beban daya pada kulkas yang digunakan paling tidak di bawah 500 W. Hal tersebut dilakukan agar stabilizer tidak mengalami kerusakan dengan jangka waktu yang cepat. Nah, untuk pemakaian dari stabilizer untuk kulkas di rumah, Anda bisa melihat langkah-langkahnya di bawah ini. Pertama, hubungkan alat stabilizer ke stop kontak listrik Setelah itu, hidupkanlah stabilizer Selanjutnya, lihat tegangan output stabilizer yang muncul di panel monitor. Apabila tegangan output belum berada di 220 V, lakukanlah pemutaran pada knop pengatur tegangan output-nya. Saat tegangan output sudah berada di angka 220 V, stabilizer bisa disambungkan ke colokan kulkas. Pilihlah terminal stabilizer untuk 220 V. Selesai Dengan mengikuti cara dan langkah yang disebutkan di atas, tentu Anda diharapkan tidak akan kesulitan dalam pemasangan stabilizer. Pastikan semua langkah tersebut diikuti dengan benar agar tidak terjadi kesalahan saat stabilizer dihubungkan ke kulkas. Cara Memilih Stabilizer Untuk Kulkas Untuk bisa mendapatkan stabilizer tentu bukanlah suatu hal yang susah untuk dilakukan. Anda bisa mencari stabilizer tersebut pada toko elektronik di daerah Anda ataupun membelinya secara online. Pilihan dari besaran watt stabilizer juga ada banyak sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan kulkas Anda di rumah. Namun, pilihan merek dari stabilizer ini juga banyak sehingga Anda tetap harus jeli dalam memilihnya agar kegunaan stabilizer bisa optimal. Lantas, bagaimanakah cara untuk memilih stabilizer yang baik dan tepat untuk kebutuhan? Untuk mengetahui hal tersebut, Anda bisa melihatnya pada panduan memilih stabilizer kulkas berikut ini. 1. Pilih Stabilizer yang Punya Toleransi Tegangan Input Besar Pertama, Anda bisa memilih stabilizer dengan besar toleransi tegangan input yang tinggi. Hal tersebut bisa berguna jika perubahan atau naik turun listrik di rumah dirasa terlalu besar. Perlu diketahui, nilai toleransi pada stabilizer tersebut menunjukkan rentang dari tegangan input AC yang bisa dibuat stabil oleh stabilizer. Sebagai contoh, stabilizer dengan nilai toleransi 160 V – 250 V bisa disambungkan ke tegangan AC 160 V sampai 250 V. 2. Pilih yang Respons Cepat Berikutnya, Anda dapat memilih stabilizer yang mempunyai waktu respons yang cepat saat terjadi perubahan pada tegangan input. Semakin cepat respons dari stabilizer tersebut, maka hal itu akan membuat tegangan output-nya jadi lebih stabil. 3. Pilih Stabilizer Berdaya Tinggi Selanjutnya, pilihlah stabilizer yang mempunyai daya maksimum atau watt yang tinggi. Paling tidak, untuk perangkat kulkas di rumah, Anda memilih stabilizer yang mempunyai watt 1000 W. Kapasitas daya atau watt yang lebih besar dapat membuat kinerja stabilizer jadi lebih ringan. Kondisi tersebut dapat membuat stabilizer yang digunakan lebih awet dan tidak sering mengalami masalah saat digunakan. 4. Pilih Stabilizer yang Punya Banyak Proteksi Salah satu indikator stabilizer dikatakan baik adalah mempunyai banyak fitur proteksi keamanan. Hal tersebut sangat penting karena fitur tersebut dapat mencegah stabilizer mengalami kerusakan saat terjadi perubahan besar tegangan listrik. Fitur proteksi yang wajib ada pada stabilizer yang Anda pilih adalah sebagai berikut Under Voltage Protection Over Voltage Protection Over Load protection Short Circuit Protection 5. Pilih Merk Stabilizer Terbaik Di pasaran, Anda bisa menemui banyak sekali nama merek untuk stabilizer. Tentunya, banyaknya pilihan merek tersebut malah dapat membuat Anda bingung dalam memilihnya, terlebih jika tidak mempunyai pengetahuan tentang peralatan elektronika. Nah, untuk menghindari kesalahan pilih produk, Anda bisa mencari saja merk stabilizer yang bagus dan punya nama terkenal. Anda bisa mencoba untuk menanyakan kepada penjual merek stabilizer mana yang paling terkenal dan berkualitas. Sebagai bahan pertimbangan, stabilizer yang berkualitas mempunyai bobot lebih berat meskipun kapasitas watt yang dimilikinya sama. Hal tersebut dapat terjadi karena perbedaan pada kualitas trafo yang digunakan. Itulah tadi berbagai informasi menarik seputar stabilizer untuk kulkas. Dengan memperhatikan informasi di atas, diharapkan Anda bisa menggunakan stabilizer yang tepat untuk menjaga kestabilan tegangan listrik pada kulkas. Alhasil, kulkas di rumah Anda bisa menjadi lebih awet dan tahan lama. AC stabilizer adalah alat untuk menyetabilkan tegangan listrik AC guna mengkompensasi turun-naiknya tegangan pada jaringan listrik 220V. AC stabilizer mengeluarkan tegangan 220V yang relatif stabil meskipun tegangan listrik misalnya turun hingga 170V, 190V atau 200V tergantung kemampuan stabilisasi stabilizer yang bersangkutan. Tegangan listrik turun karena beberapa faktor penyebab, misalnya karena buruknya koneksi instalasi, besar atau panjang kabel yang tidak sesuai dengan keperluan beban, atau karena adanya masalah teknis di gardu-gardu listrik. Dalam keadaan seperti ini, diperlukanlah sebuah AC stabilizer. Namun sebelum menggunakan sebuah perangkat stabilizer, hendaknya dipastikan, apakah stabilizer itu memang benar-benar diperlukan? Pertanyaan yang perlu dijawab adalah seberapa rendahkah tegangan listrik telah turun? elektronik apa sajakah yang digunakan? stabilizer yang seperti apa yang akan digunakan? mengetahui sampai seberapa rendah tegangan listrik telah turun, diperlukan pengukuran tegangan AC pada saat tegangan diperkirakan sedang sangat turun. Ukurlah menggunakan AVO-meter posisi ACV 250 dengan mencolokkan kedua ujung tester AVO-meter kepada dua lubang di stop-kontak, lihatlah angka tegangan yang ditunjukkan. Bagi yang masih awam tentang ini dapat menyimak petunjuk praktisnya dalam Pengukuran tegangan AC . peralatan elektronik sebenarnya “kebal” terhadap penurunan tegangan AC listrik hingga 190-200V. Sebut saja misalnya TV, Komputer/PC beserta monitornya, printer, DVD player, las listrik sistem SMPS. Sebagian TV system CRT bahkan ada yang masih mampu beroperasi dengan baik meskipun tegangan listrik turun hingga 100V. Itu semua karena peralatan elektronik tersebut menerapkan sistem SMPS Switching-Mode Power-Supply sehingga mempunyai stabilisasi internal yang lebih baik. Karena itu jika tegangan listrik hanya turun hingga 190-200V sebenarnya mereka tidak membutuhkan stabilizer, kecuali jika penurunan tegangan lebih parah dari itu. Penggunaan stabilizer yang tidak perlu akan memboroskan daya, karena semua stabilizer rata-rata mempunyai efisiensi di bawah 90%. Kebanyakannya hanya 60-75%. Adapun peralatan elektronik yang cukup dipengaruhi oleh turunnya tegangan listrik adalah semua peralatan AC-motor seperti pompa air, mixer, blender, kulkas, kipas angin, mesin cuci, dan lain-lain. Juga peralatan elektronik berdaya besar yang menerapkan trafo besi pada power-supply nya, seperti audio-amplifier berdaya besar atau DC power-supply. Penurunan tegangan akan mempengaruhi keoptimalan kerja perangkat-perangkat elektronik itu. Karena itu merekalah yang lebih membutuhkan stabilizer jika tegangan listrik sering turun. beberapa jenis sistem AC stabilizer, di antaranya Sistem motor-putar, sistem relay, sistem Triac, dan sistem SMPS. Peralatan elektronik yang menerapkan SMPS seperti TV, komputer/PC, monitor PC, printer, DVD-player cocok saja menggunakan semua jenis stabilizer tersebut. Tetapi peralatan elektronik AC-motor atau yang menggunakan trafo besi, kurang cocok menggunakan stabilizer sistem Triac dan sistem SMPS. Hal ini karena AC-motor dan trafo besi memerlukan tegangan AC berbentuk sinus murni untuk keoptimalan kerjanya, sedangkan stabilizer sistem Triac dan sistem SMPS tidak mengeluarkan tegangan AC berbentuk sinus murni. Karena itu memilih stabilizer yang akan digunakan menjadi penting juga. Tanyakanlah kepada produsen/penjualnya, apakah sistem stabilizer yang hendak digunakan tersebut. Selain dari sistemnya, perlu juga diketahui seberapa besar daya keluarannya. Hitunglah terlebih dahulu daya maksimal yang akan digunakan, setelah itu barulah pilih jenis stabilizer yang sesuai dengan keperluan daya tersebut. Kemampuan daya perangkat stabilizer yang kurang memadai akan dapat menyebabkan rusaknya stabilizer tersebut dimulai dengan sekering putus terus, atau setidaknya tidak berefek bagus. Dalam banyak kasus, pemakaian stabilizer justeru makin memperparah keadaan. Ini biasanya disebabkan karena kemampuan daya perangkat stabilizer tidak memadai, meskipun pada box-nya tertulis sekian VA atau sekian Watt. Pada AC stabilizer “abal-abal”/murahan sering tercantum tulisan daya yang tidak sesuai dengan kenyataannya. Bahkan ada stabilizer murahan yang sebenarnya tidak menyetabilkan tegangan sama sekali. Tegangan listrik hanya dibuat “numpang lewat” saja melalui stabilizer tersebut, tetapi pemakai tidak sadar jika yang terjadi sebenarnya seperti itu. Lebih parah lagi, ada pula stabilizer yang tidak tepat dalam menaikkan tegangan. Penurunan tegangan 200V akan dinaikkan olehnya menjadi 240-250V. Ini akan membuat banyak peralatan elektronik menjadi terancam rusak. Memang benar apa yang dikatakan orang, kwalitas itu ada harganya. Tetapi pilihan bijak tetap pada kwalitas, bukan pada harga, karena harga itu kadang relatif... Sandi Sb Tulisan lain yang berhubungan Pengertian AC Pengukuran tegangan AC . Apakah kamu termasuk pemilik mobil yang berpikir untuk meningkatkan tenaga pada kendaraan dibutuhkan stabilizer aki mobil? Bila iya, rupanya anggapan itu belum sepenuhnya benar. Sebab, fungsi utama rangkaian stabilizer aki mobil adalah sebagai pendukung sistem kelistrikan mobil supaya bekerja lebih optimal dan terhindar dari risiko aki soak. Faktor yang membuat bertambahnya tenaga mobil adalah kestabilan arus listrik di dalam mobil sehingga volume bahan bakar terkontrol dan tenaga mobil tetap bisa bekerja lebih optimal. Oleh karena itu, rangkaian stabilizier aki mobil ini disematkan pada mobil untuk membantu mengoptimal kinerja performa mobil, khususnya sistem kelistrikan mobil. Untuk lebih lengkapnya, berikut ini fungsi rangkaian stabilizier aki mobil dan cara pasangnya. Secara garis besar, fungsi stabilizer aki mobil yakni sebagai pengontrol dan penetral arus listrik dari aki mobil hingga arus yang disalurkan ke seluruh komponen elektronik dan kelistrikan mobil supaya mesin mobil dapat menyala dan bergerak. Selain itu, dengan adanya stabilizer ini maka seluruh risiko kerusakan pada sistem kelistrikan seperti fluktuasi listrik skala kecil bisa hilang dan diredam. Berikut ini fungsi stabilizer lebih lengkapnya. 1. Menetralkan arus listrik mobil Apabila kamu memiliki mobil tua atau beberapa komponen mobil yang membutuhkan arus listrik sering mengalami gangguan, maka solusi terbaiknya adalah dengan menggunakan stabilizer aki yang dapat menjaga dan menetralkan arus listrik mobil. Dengan menggunakan stabilizer, maka kamu juga bisa menjaga dan merawat aki mobil supaya terhindar dari arus listrik yang tidak stabil sehingga aki mobil mampu menyelaraskan daya yang dibutuhkan komponen kelistrikan lain pada mobil. 2. Menyalakan mesin mobil jadi lebih ringan Salah satu komponen mobil yang membutuhkan arus listrik adalah starter mobil untuk membuat mesin mobil menyala. Saat kamu sudah memastikan bahwa kondisi aki masih baik dan tidak tekor tetapi mesin mobil sulit menyala saat distarter maka bisa jadi tegangan listriknya kurang stabil. Untuk mengatasinya kamu bisa menggunakan rangkaian stabilizer aki mobil untuk menstabilkan tegangan listrik mobil sehingga mesin mobil akan menyala dengan mudah. 3. Memperpanjang usia pakai aki mobil Faktor utama yang bisa memperpendek usia pakai aki mobil adalah seringnya arus atau daya listrik di dalamnya tidak stabil sehingga output arus listriknya tidak konsisten. Bila hal ini terus-menerus terjadi maka aki bisa tekor dan harus segera diganti. Lain halnya bila kamu menggunakan stabilizer, maka kamu membantu memperpanjang usia pakai aki mobil karena aki memiliki keleluasaan dalam melepaskan daya secara konsisten dan stabil. 4. Meningkatkan kinerja komponen elektronik pada mobil Fungsi rangkaian stabilizer aki mobil lainnya adalah untuk mendukung performa dan kinerja komponen elektronik atau komponen kelistrikan pada mobil supaya dapat bekerja lebih optimal lagi dengan menstabilkan arus listrik. Komponen yang dimaksud beberapa di antaranya adalah lampu mobil, AC mobil, radio, dan komponen elektronik lainnya. Misalnya saja, dengan kehadiran stabilizer aki maka lampu mobil mampu menyala lebih terang sehingga kamu akan berkendara dengan aman dan nyaman selama melintasi daerah yang minim penerangan atau di malam hari. Begitu juga pada komponen AC mobil. Untuk membuat penumpang dan pengemudi merasa nyaman selama berkendara, AC mobil memiliki peran yang cukup krusial untuk menghadirkan kenyamanan tersebut. Oleh karena itu, untuk memaksimalkan kinerja AC mobil kamu bisa menggunakan stabilizer aki mobil. 5. Mengatasi noise voltage pada mobil Salah satu ciri adanya masalah kelistrikan pada mobil adalah adanya noise voltage yang disebabkan oleh perangkat elektronik itu sendiri. Apabila didiamkan terus-menerus maka berpotensi merusak komponen elektronik lainnya pada kendaraan. Dengan menggunakan stabilizer aki mobil maka noise voltage dapat diredam dan memperkecil nilai kapasitansinya. Cara pasang stabilizer aki mobil Penggunaan stabilizer aki cukup membantu untuk mengoptimalkan kerja aki untuk mobil yang sudah berusia tua. Namun, rasanya kurang tepat bila kamu menggunakan stabilizer aki mobil untuk mobil keluaran terbaru. Sebab, mobil yang baru saja diproduksi biasanya masih memiliki aki bertenaga bagus dan didukung dengan teknologi-teknologi lainnya. Apabila kamu ingin memasang rangkaian stabilizer aki mobil sendiri di rumah, berikut ini cara memasang stabilizer aki mobil menggunakan kunci ring, di antaranya Memastikan mesin mobil dalam keadaan mati atau kunci kontak dalam posisi off lalu buka kap mesin mobil. Membuka penutup aki mobil lalu menyambungkan terminal positif dan negatif dengan kabel ke rangkaian stabilizer aki mobil. Menyambungkan kabel hitam dan kutub negatif aki mobil dengan cara memasukkan ring yang terletak di bagian ujung kabel. Memasang baut dan mengencangkan pengunci kabel menggunakan kunci ring. Setelah memastikan bahwa kutub negatif terpasang, maka selanjutnya kamu bisa menyambungkan kabel merah pada kutub positif aki mobil dengan cara memasukkan ring yang terkoneksi langsung ke ujung kabel. Memasang baut dan mengencangkannya menggunakan kunci ring supaya kabel tidak mudah terlepas. Terakhir, menempelkan stabilizer aki mobil di dekat aki. Tips dari Lifepal! Cara lain untuk menjaga performa mesin mobil adalah dengan rutin memeriksa dan mengganti aki mobil yang soak sehingga tidak memperparah kondisi aki dan komponen kelistrikan atau elektronik mobil lainnya. Jika mobil masih baru, maka biasanya ada gratis servis yang diberikan dealer mobil untuk servis pertama yang bisa kamu gunakan. Namun, bagaimana bila gratis servis sudah habis atau mobil yang dimiliki adalah mobil tua? Maka kamu bisa mengandalkan asuransi kendaraan yang akan membantu kamu menjaga dan merawat kendaraan. Lindungi mobil kesayanganmu dengan asuransi mobil terbaik Selain rutin melakukan servis agar kendaraan tetap prima, penting juga buat kamu untuk memberikan proteksi asuransi mobil terbaik. Asuransi mobil memberikan perlindungan finansial dari risiko kecelakaan maupun bencana alam yang membuat mobil kamu rusak dan harus dibawa ke bengkel. Kalau punya asuransi, kamu tidak perlu lagi khawatir soal biaya perbaikan di bengkel yang mahal karena akan ditanggung oleh perusahaan asuransi. Sudah paham mengenai manfaat asuransi mobil namun bingung harus memilih asuransi mobil yang mana? Kuis Asuransi Mobil dari Lifepal ini bisa membantu kamu menemukan jenis asuransi mobil yang sesuai dengan kebutuhan. Cobain, yuk! Setelah mendapatkan rekomendasi jenis asuransi mobil yang cocok, lanjutkan dengan menghitung perkiraan biaya premi asuransi mobil yang mesti kamu bayarkan menggunakan Kalkulator Premi Asuransi Mobil berikut ini. Pertanyaan seputar rangkaian stabilizer aki mobil Apa fungsi dari volt stabilizer aki?Fungsi volt stabilizer aki adalah untuk menetralkan arus listrik, memperpanjang usia pakai aki mobil, mengatasi noise voltage, meningkatkan kinerja komponen elektronik, hingga mempermudah starter mobil. Mengapa perlu mengasuransikan mobil?Asuransi mobil dapat melindungi keuanganmu dari biaya perbaikan dan perawatan kendaraan yang harganya cukup mahal. Dengan mengasuransikan kendaraan, kamu tidak perlu lagi mengeluarkan biaya saat servis mobil di bengkel rekanan perusahaan asuransi.